Kisah para pejuang negeri dalam melawan penjajahan di Indonesia tentu masih kental hingga sekarang. Sederet monumen dan benda-benda peninggalan para pejuang seolah menjadi lorong pintu bagi generasi sekarang untuk memaknai setiap perjuangan yang telah dilakukan. Salah satunya terlihat dari Gerbong Maut, yang kini tersimpan rapi di Museum Brawijaya Malang. Gerbong Maut yang diletakkan di area tengah kompleks museum tersebut memang menyimpan banyak misteri. Gerbong itu pula menjadi saksi kematian para pejuang yang ogah menyerahkan kemerdekaan mereka. Konon, ada puluhan pejuang yang rela mengorbankan nyawanya lantaran terhimpit panasnya suhu tubuh sesama pejuang. Pemandu Museum Brawijaya Hasan Bukhori menyebut, kisah pilu itu bermula dari penangkapan para pejuang oleh kolonial Belanda. Hasan menyebut, Gerbong Maut di Museum Brawijaya tersebut merupakan salah satu dari tiga gerbong yang dibuat untuk membawa para pejuang bangsa. Para pejuang yang ditawan Belanda saat itu kurang lebih berjumlah 100 orang. Para pejuang itu kemudian dipaksa masuk ke dalam gerbong angkutan barang. Para pejuang yang kala itu dipenjarakan di Bondowoso hendak dipindahkan ke Surabaya. 100 pejuang itu kemudian dibagi dalam tiga gerbong yang sesak. "Pada tanggal 23 November tahun 1947 sejumlah 100 orang pejuang yang jadi tawanan Belanda ini akan dipindahkan ke Surabaya. Sehingga pada jam 02.00 WIB malam, sejumlah 100 orang disuruh masuk gerbong. Belanda bilangnya kereta api, tapi ternyata gerbong barang yang harusnya mengangkut barang," ceritanya. Selama perjalanan ke Surabaya, kurang lebih 16 jam lamanya, para pejuang berdesakan. Tak ada ventilasi dan kondisi di dalam gerbong sangatlah panas, seperti dalam oven. Sehingga, para pejuang sebagian menghembuskan nafas terakhir mereka di dalam gerbong maut tersebut. "Para pejuang kita banyak yang kehausan dan kepanasan. Dengan benda seadanya mereka melubangi gerbong agar udara masuk," jelas Hasan. Ketika sampai di Jember, para pejuang harus merasakan panasnya gerbong lebih lama. Karena di sana, kereta dihentikan dan gerbong dibiarkan tanpa dibuka. Sehingga para pejuang selama beberapa jam menahan rasa dahaga dan panas di bawah teriknya matahari yang menusuk ke dalam besi gerbong. "Gerbong berhenti di bawah terik matahari selama tiga jam," jelasnya lagi. Bukan hanya itu, kekejian Belanda terhadap para pejuang masih berlanjut. Saat tiba di Surabaya, diketahui ada 46 pejuang meninggal dunia, 31 luka ringan, 11 luka berat, dan 12 hidup sehat. Luka yang dialami para pejuang setelah melalui perjalanan panjang dalam gerbong itupun sangat luar biasa. Mereka mengalami lecet di sekujur tubuh lantaran suhu yang panas. Bahkan, ketika tangan ditarik bisa putus dan kulit ikut terkelupas. Namun mirisnya, 12 orang yang selamat dalam insiden gerbong maut itu tak dilepaskan begitu saja. Para pejuang tersebut harus menguburkan 46 rekannya yang sesama pejuang yang gugur di dalam gerbong."Setelah itu masih di penjara Kalisosok Surabaya," terangnya lagi.Soal : Pernyataan yang sesuai dengan isi bacaan diatas antara lain….Perintah : Klik kolom √ untuk pernyataan yang BENAR dan klik kolom X untuk pernyataan yang SALAH.Pernyataan 1: Gerbong maut merupakan saksi kematian para pejuang yang ogah menyerahkan kemerdekaan mereka. blankPernyataan 2: Gerbong Maut di Museum Surabaya merupakan salah satu dari tiga gerbong yang dibuat untuk membawa para pejuang bangsa yang akan dipindahkan ke Surabaya. blankPernyataan 3: Para pejuang sebagian menghembuskan nafas terakhir mereka di dalam gerbong maut diakibatkan karena tidak ada ventilasi dan kondisi di dalam gerbong sangatlah panas, seperti dalam oven. blankPernyataan 4: Jumlah yang selamat dari tragedi gerbong maut tersebut sejumlah 12 orang dan yang meninggal 46 orang dan 42 sisanya luka luka blank
Question
Kisah para pejuang negeri dalam melawan penjajahan di Indonesia tentu masih kental hingga sekarang. Sederet monumen dan benda-benda peninggalan para pejuang seolah menjadi lorong pintu bagi generasi sekarang untuk memaknai setiap perjuangan yang telah dilakukan. Salah satunya terlihat dari Gerbong Maut, yang kini tersimpan rapi di Museum Brawijaya Malang. Gerbong Maut yang diletakkan di area tengah kompleks museum tersebut memang menyimpan banyak misteri. Gerbong itu pula menjadi saksi kematian para pejuang yang ogah menyerahkan kemerdekaan mereka. Konon, ada puluhan pejuang yang rela mengorbankan nyawanya lantaran terhimpit panasnya suhu tubuh sesama pejuang. Pemandu Museum Brawijaya Hasan Bukhori menyebut, kisah pilu itu bermula dari penangkapan para pejuang oleh kolonial Belanda. Hasan menyebut, Gerbong Maut di Museum Brawijaya tersebut merupakan salah satu dari tiga gerbong yang dibuat untuk membawa para pejuang bangsa. Para pejuang yang ditawan Belanda saat itu kurang lebih berjumlah 100 orang. Para pejuang itu kemudian dipaksa masuk ke dalam gerbong angkutan barang. Para pejuang yang kala itu dipenjarakan di Bondowoso hendak dipindahkan ke Surabaya. 100 pejuang itu kemudian dibagi dalam tiga gerbong yang sesak. "Pada tanggal 23 November tahun 1947 sejumlah 100 orang pejuang yang jadi tawanan Belanda ini akan dipindahkan ke Surabaya. Sehingga pada jam 02.00 WIB malam, sejumlah 100 orang disuruh masuk gerbong. Belanda bilangnya kereta api, tapi ternyata gerbong barang yang harusnya mengangkut barang," ceritanya. Selama perjalanan ke Surabaya, kurang lebih 16 jam lamanya, para pejuang berdesakan. Tak ada ventilasi dan kondisi di dalam gerbong sangatlah panas, seperti dalam oven. Sehingga, para pejuang sebagian menghembuskan nafas terakhir mereka di dalam gerbong maut tersebut. "Para pejuang kita banyak yang kehausan dan kepanasan. Dengan benda seadanya mereka melubangi gerbong agar udara masuk," jelas Hasan. Ketika sampai di Jember, para pejuang harus merasakan panasnya gerbong lebih lama. Karena di sana, kereta dihentikan dan gerbong dibiarkan tanpa dibuka. Sehingga para pejuang selama beberapa jam menahan rasa dahaga dan panas di bawah teriknya matahari yang menusuk ke dalam besi gerbong. "Gerbong berhenti di bawah terik matahari selama tiga jam," jelasnya lagi. Bukan hanya itu, kekejian Belanda terhadap para pejuang masih berlanjut. Saat tiba di Surabaya, diketahui ada 46 pejuang meninggal dunia, 31 luka ringan, 11 luka berat, dan 12 hidup sehat. Luka yang dialami para pejuang setelah melalui perjalanan panjang dalam gerbong itupun sangat luar biasa. Mereka mengalami lecet di sekujur tubuh lantaran suhu yang panas. Bahkan, ketika tangan ditarik bisa putus dan kulit ikut terkelupas. Namun mirisnya, 12 orang yang selamat dalam insiden gerbong maut itu tak dilepaskan begitu saja. Para pejuang tersebut harus menguburkan 46 rekannya yang sesama pejuang yang gugur di dalam gerbong."Setelah itu masih di penjara Kalisosok Surabaya," terangnya lagi.Soal : Pernyataan yang sesuai dengan isi bacaan diatas antara lain….Perintah : Klik kolom √ untuk pernyataan yang BENAR dan klik kolom X untuk pernyataan yang SALAH.Pernyataan 1: Gerbong maut merupakan saksi kematian para pejuang yang ogah menyerahkan kemerdekaan mereka. blankPernyataan 2: Gerbong Maut di Museum Surabaya merupakan salah satu dari tiga gerbong yang dibuat untuk membawa para pejuang bangsa yang akan dipindahkan ke Surabaya. blankPernyataan 3: Para pejuang sebagian menghembuskan nafas terakhir mereka di dalam gerbong maut diakibatkan karena tidak ada ventilasi dan kondisi di dalam gerbong sangatlah panas, seperti dalam oven. blankPernyataan 4: Jumlah yang selamat dari tragedi gerbong maut tersebut sejumlah 12 orang dan yang meninggal 46 orang dan 42 sisanya luka luka blank
Solution
Pernyataan 1: √ Gerbong maut merupakan saksi kematian para pejuang yang ogah menyerahkan kemerdekaan mereka. Pernyataan 2: X Gerbong Maut di Museum Surabaya merupakan salah satu dari tiga gerbong yang dibuat untuk membawa para pejuang bangsa yang akan dipindahkan ke Surabaya. Pernyataan 3: √ Para pejuang sebagian menghembuskan nafas terakhir mereka di dalam gerbong maut diakibatkan karena tidak ada ventilasi dan kondisi di dalam gerbong sangatlah panas, seperti dalam oven. Pernyataan 4: X Jumlah yang selamat dari tragedi gerbong maut tersebut sejumlah 12 orang dan yang meninggal 46 orang dan 42 sisanya luka luka.
Similar Questions
Sebagai salah satu kepala sekolah di daerah tertinggal, Bu Solihat mendapatkan kesempatan untuk mengikuti kunjungan ke sebuah sekolah di luar negeri. Beliau melihat materi pelajaran di sana lebih tinggi daripada di Indonesia. Beliau berkesimpulan bahwa negara tersebut bisa jauh lebih maju dari Indonesia karena materi pembelajarannya lebih tinggi. Saat kembali ke sekolahnya, Bu Solihat menyampaikan hal tersebut kepada seluruh guru dan meminta guru untuk menaikkan level materi pembelajaran yang diberikan kepada murid. Ia berharap murid-muridnya akan dapat lebih maju dan bersaing dengan murid dari sekolah lain.Pendapat yang tepat mengenai hal yang dilakukan oleh Bu Solihat di atas adalah….Hal tersebut tepat dilakukan karena negara maju patut menjadi contoh dalam pengembangan kurikulumHal tersebut tidak tepat dilakukan karena lebih cocok diterapkan terlebih dahulu di sekolah perkotaanHal tersebut akan berhasil meningkatkan kompetensi dan daya saing murid di sekolahnyaHal tersebut dapat dilakukan dengan tetap memperhatikan karakter dan kebutuhan murid
Golongan tua berpendapat bahwa proklamasi Kemerdekaan Indonesia dilaksanakanlewat PPKI. Cara ini perlu dilakukan untuk....Mendapat pengakuan kedaulatan dari Jepang dan minta restuMemperkuat persatuan bangsa IndonesiaMemperlemah kekuatan Jepang di Indonesia yang telah kalah perang dan sekutuMenghindari pertumpahan darah sebab kekuatan militer Jepang di Indonesia masih utuh
Maraknya berbagai kasus pelanggaran terhadap HAM mencerminkan bahwa penegakan HAM di Indonesia masih belum maksimal dan memerlukan banyak dukungan dari berbagai pihak, berikut ini yang bukan merupakan penyebab timbulnya pelanggaran HAM di Indonesia yaitu
Indonesia pernah menerapkan bentuk negara serikat, yaitu saat ….Pemerintah Orde LamaSetelah pemilu 1950Pada masa berlakunya UUDS 1950Sertelah berdirinya Negara Republik IndonesiaPada masa berlakunya Konstitusi RIS
Pada tahun 2045, Indonesia diharapkan memiliki generasi emas, terutama dengan dampak bonus demografi pada tahun 2030. Strategi untuk memaksimalkan potensi ini ditunjukkan oleh pernyataan . . .4 poinMemberikan lapangan pekerjaan yang luas untuk generasi mudaMeningkatkan SDM dan keterampilan persaingan kerjaMemberika intensif untuk generasi muda yang sedang menganggurMelakukan konsolidasi sosial untuk meratakan pembangunan sosial
Upgrade your grade with Knowee
Get personalized homework help. Review tough concepts in more detail, or go deeper into your topic by exploring other relevant questions.