Beberapa detik setelah Sunu membuka pintu dengan kunci dari pemilik rumah, terdengar derit engsel yang sudah berkarat. Di hadapan kami terbentang sebuah ruangan yang sangat luas dengan lantai yang tampaknya tak pernah disapu berbulan-bulan; beberapa kursi kayu yang berserakan nampak lapuk busuk karena terkena bocoran air hujan di beberapa titik. Ada dua buah jendela panjang menghadap ke teras dan dua jendela pada setiap sisi kiri dinding. Sebagian besar kaca jendela itu sudah pecah. Sebelah kanan dinding juga terdiri atas satu jendela yang sudah rusak dan sia-sia. Alex yang selalu berbicara dengan kameranya mulai memotret setiap pojok, setiap jengkal lantai dengan kotoran setebal dua sentimeter, setiap pintu dan jendela yang menurut Sunu terbuat dari kayu jati itu. Aku merasa Alex memutuskan merekam sudut rumah yang menarik hatinya sebelum Gusti yang matanya juga seperti lensa itu melampauinya, Persaingan kedua mahasiswa yang bercita-cita merekam dunia ini sering merepotkan kami. Alex amat hemat dalam merekam, tapi sekali jadi; hasilnya amat jitu dan tajam. Jika Alex terlihat emosional hingga terekam pada foto-fotonya sehingga aku cenderung lebih menyukai karyanya — maka Gusti yang pendiam itu mengirim rasa misteri, berjarak dan dingin terhadap subjek yang direkamnya. Jika Alex cukup menghabiskan setengah rol film untuk satu peristiwa. Gusti bisa menggunakan beberapa rol. Terdengar lenguhan Daniel yang mencoba menebak-nebak manusia di zaman apa yang terakhir menempati rumah itu. Mungkin zaman Belanda, katanya bersungut-sungut menjawab pertanyaannya sendiri atau mungkin zaman batu, demikian la menambahkan. Kinan asyik mengamati tembok kotor yang sudah tak jelas warnanya, atau krem atau cokelat jorok. Sunu bergumam, dan hanya aku yang bisa mengerti kata-kata yang dikeluarkan di antara sepasang bibirnya yang jarang bicara itu: Kita bisa berpatungan untuk membeli cat. Kinan seolah tak mendengar ucapan Sunu atau lenguhan Daniel yang mirip suara kerbau karena lebih sibuk mengusap-usap tembok seolah permukaan tembok kotor itu adalah hamparan kain sutera. "Ruang besar ini bisa kita gunakan sebagai tempat diskusi. Pasang tikar saja," aku mencoba mengatasi suara gerundelan Daniel yang kini mencoba menyodok-nyodok sarang laba-laba di pojok plafon dengan menggunakan sebatang kayu yang semula tergeletak di pojok ruangan. Sunu kelihatan tak peduli komentar Daniel. Dia membuka pintu ruangan yang terletak tepat di sisi kiri belakang. Aku membuntuti Sunu dan rasanya kami sama-sama langsung tahu ruangan besar itu harus kami sulap menjadi sekretariat, tempat kami kelak melakukan kegiatan administratif untuk diskusi dan rencana gerakan. Gerakan mahasiswa Winatra sudah dideklarasikan secara serentak di beberapa kota. Kaki rasanya gatal jika kami hanya berdiskusi sepanjang abad tanpa melakukan tindakan apa pun.(Diadaptasi dari Laut Bercerita, Leila S. Chudori)Gambaran karakter tokoh aku yang sesuai dengan isi bacaan adalah…A.mudah membaca keadaan lingkungan dan sifat-sifat orang di sekelilingnya sehingga tokoh aku sangat disegani oleh kawannyaB.peduli dengan teman-temannya hingga mengetahui latar belakang, jalan pikiran, bahkan karakteristik mereka secara detailC.berkarisma dan berjiwa besar ketika mengayomi suatu perkumpulan untuk memperjuangkan hak-hak masyarakatD.lebih peduli orang lain dan seringkali menjadi penengah jika terjadi suatu permasalahan di lingkup terdekatnyaE.menyukai hal-hal yang rapi, bersih, tertata, dan penuh makna terutama ketika menikmati karya-karya orang lain
Question
Beberapa detik setelah Sunu membuka pintu dengan kunci dari pemilik rumah, terdengar derit engsel yang sudah berkarat. Di hadapan kami terbentang sebuah ruangan yang sangat luas dengan lantai yang tampaknya tak pernah disapu berbulan-bulan; beberapa kursi kayu yang berserakan nampak lapuk busuk karena terkena bocoran air hujan di beberapa titik. Ada dua buah jendela panjang menghadap ke teras dan dua jendela pada setiap sisi kiri dinding. Sebagian besar kaca jendela itu sudah pecah. Sebelah kanan dinding juga terdiri atas satu jendela yang sudah rusak dan sia-sia. Alex yang selalu berbicara dengan kameranya mulai memotret setiap pojok, setiap jengkal lantai dengan kotoran setebal dua sentimeter, setiap pintu dan jendela yang menurut Sunu terbuat dari kayu jati itu. Aku merasa Alex memutuskan merekam sudut rumah yang menarik hatinya sebelum Gusti yang matanya juga seperti lensa itu melampauinya, Persaingan kedua mahasiswa yang bercita-cita merekam dunia ini sering merepotkan kami. Alex amat hemat dalam merekam, tapi sekali jadi; hasilnya amat jitu dan tajam. Jika Alex terlihat emosional hingga terekam pada foto-fotonya sehingga aku cenderung lebih menyukai karyanya — maka Gusti yang pendiam itu mengirim rasa misteri, berjarak dan dingin terhadap subjek yang direkamnya. Jika Alex cukup menghabiskan setengah rol film untuk satu peristiwa. Gusti bisa menggunakan beberapa rol. Terdengar lenguhan Daniel yang mencoba menebak-nebak manusia di zaman apa yang terakhir menempati rumah itu. Mungkin zaman Belanda, katanya bersungut-sungut menjawab pertanyaannya sendiri atau mungkin zaman batu, demikian la menambahkan. Kinan asyik mengamati tembok kotor yang sudah tak jelas warnanya, atau krem atau cokelat jorok. Sunu bergumam, dan hanya aku yang bisa mengerti kata-kata yang dikeluarkan di antara sepasang bibirnya yang jarang bicara itu: Kita bisa berpatungan untuk membeli cat. Kinan seolah tak mendengar ucapan Sunu atau lenguhan Daniel yang mirip suara kerbau karena lebih sibuk mengusap-usap tembok seolah permukaan tembok kotor itu adalah hamparan kain sutera. "Ruang besar ini bisa kita gunakan sebagai tempat diskusi. Pasang tikar saja," aku mencoba mengatasi suara gerundelan Daniel yang kini mencoba menyodok-nyodok sarang laba-laba di pojok plafon dengan menggunakan sebatang kayu yang semula tergeletak di pojok ruangan. Sunu kelihatan tak peduli komentar Daniel. Dia membuka pintu ruangan yang terletak tepat di sisi kiri belakang. Aku membuntuti Sunu dan rasanya kami sama-sama langsung tahu ruangan besar itu harus kami sulap menjadi sekretariat, tempat kami kelak melakukan kegiatan administratif untuk diskusi dan rencana gerakan. Gerakan mahasiswa Winatra sudah dideklarasikan secara serentak di beberapa kota. Kaki rasanya gatal jika kami hanya berdiskusi sepanjang abad tanpa melakukan tindakan apa pun.(Diadaptasi dari Laut Bercerita, Leila S. Chudori)Gambaran karakter tokoh aku yang sesuai dengan isi bacaan adalah…A.mudah membaca keadaan lingkungan dan sifat-sifat orang di sekelilingnya sehingga tokoh aku sangat disegani oleh kawannyaB.peduli dengan teman-temannya hingga mengetahui latar belakang, jalan pikiran, bahkan karakteristik mereka secara detailC.berkarisma dan berjiwa besar ketika mengayomi suatu perkumpulan untuk memperjuangkan hak-hak masyarakatD.lebih peduli orang lain dan seringkali menjadi penengah jika terjadi suatu permasalahan di lingkup terdekatnyaE.menyukai hal-hal yang rapi, bersih, tertata, dan penuh makna terutama ketika menikmati karya-karya orang lain
Solution
Berdasarkan bacaan tersebut, gambaran karakter tokoh "aku" yang paling sesuai adalah opsi A. "mudah membaca keadaan lingkungan dan sifat-sifat orang di sekelilingnya sehingga tokoh aku sangat disegani oleh kawannya".
Alasan pemilihan ini adalah karena tokoh "aku" dalam cerita tampaknya mampu memahami dan menafsirkan situasi dan kondisi lingkungan dengan baik. Dia juga tampaknya memahami karakteristik dan perilaku teman-temannya, seperti Alex, Gusti, Daniel, dan Sunu. Selain itu, tokoh "aku" juga tampaknya mampu membuat keputusan dan saran yang berarti, seperti mengusulkan ruangan besar untuk digunakan sebagai tempat diskusi dan sekretariat. Ini menunjukkan bahwa dia mampu membaca dan memahami keadaan lingkungan dan orang-orang di sekelilingnya dengan baik.
Similar Questions
Teks berikut digunakan untuk menjawab soal nomor 1 – 5.TEKS 1 Beberapa detik setelah Sunu membuka pintu dengan kunci dari pemilik rumah, terdengar derit engsel yang sudah berkarat. Di hadapan kami terbentang sebuah ruangan yang sangat luas dengan lantai yang tampaknya tak pernah disapu berbulan-bulan; beberapa kursi kayu yang berserakan nampak lapuk busuk karena terkena bocoran air hujan di beberapa titik. Ada dua buah jendela panjang menghadap ke teras dan dua jendela pada setiap sisi kiri dinding. Sebagian besar kaca jendela itu sudah pecah. Sebelah kanan dinding juga terdiri atas satu jendela yang sudah rusak dan sia-sia. Alex yang selalu berbicara dengan kameranya mulai memotret setiap pojok, setiap jengkal lantai dengan kotoran setebal dua sentimeter, setiap pintu dan jendela yang menurut Sunu terbuat dari kayu jati itu. Aku merasa Alex memutuskan merekam sudut rumah yang menarik hatinya sebelum Gusti yang matanya juga seperti lensa itu melampauinya, Persaingan kedua mahasiswa yang bercita-cita merekam dunia ini sering merepotkan kami. Alex amat hemat dalam merekam, tapi sekali jadi; hasilnya amat jitu dan tajam. Jika Alex terlihat emosional hingga terekam pada foto-fotonya sehingga aku cenderung lebih menyukai karyanya — maka Gusti yang pendiam itu mengirim rasa misteri, berjarak dan dingin terhadap subjek yang direkamnya. Jika Alex cukup menghabiskan setengah rol film untuk satu peristiwa. Gusti bisa menggunakan beberapa rol. Terdengar lenguhan Daniel yang mencoba menebak-nebak manusia di zaman apa yang terakhir menempati rumah itu. Mungkin zaman Belanda, katanya bersungut-sungut menjawab pertanyaannya sendiri atau mungkin zaman batu, demikian la menambahkan. Kinan asyik mengamati tembok kotor yang sudah tak jelas warnanya, atau krem atau cokelat jorok. Sunu bergumam, dan hanya aku yang bisa mengerti kata-kata yang dikeluarkan di antara sepasang bibirnya yang jarang bicara itu: Kita bisa berpatungan untuk membeli cat. Kinan seolah tak mendengar ucapan Sunu atau lenguhan Daniel yang mirip suara kerbau karena lebih sibuk mengusap-usap tembok seolah permukaan tembok kotor itu adalah hamparan kain sutera. "Ruang besar ini bisa kita gunakan sebagai tempat diskusi. Pasang tikar saja," aku mencoba mengatasi suara gerundelan Daniel yang kini mencoba menyodok-nyodok sarang laba-laba di pojok plafon dengan menggunakan sebatang kayu yang semula tergeletak di pojok ruangan. Sunu kelihatan tak peduli komentar Daniel. Dia membuka pintu ruangan yang terletak tepat di sisi kiri belakang. Aku membuntuti Sunu dan rasanya kami sama-sama langsung tahu ruangan besar itu harus kami sulap menjadi sekretariat, tempat kami kelak melakukan kegiatan administratif untuk diskusi dan rencana gerakan. Gerakan mahasiswa Winatra sudah dideklarasikan secara serentak di beberapa kota. Kaki rasanya gatal jika kami hanya berdiskusi sepanjang abad tanpa melakukan tindakan apa pun.(Diadaptasi dari Laut Bercerita, Leila S. Chudori)Tindakan tokoh yang menggambarkan ungkapan "bercita-cita merekam dunia" adalah ...A.melakukan kegiatan pengamatan kondisi sekitar secara diam-diamB.merekam kondisi sekitar yang menghabiskan beberapa rol filmC.membayangkan merekam setiap sudut sekitar yang menarik hatinya untuk disimpanD.mendokumentasikan setiap peristiwa yang ada di sekitar secara rutinE.memotret setiap detil kondisi sekitar secara rinci dan berulang untuk mencapai kepuasan diri
Penggunaan tanda baca yang tepat pada kalimat majemuk setara berikut adalah ...a.Saya ingin memberi buku; namun uang saya belum cukup.b.Bukan keindahan alamnya. Melainkan keramahan orangnya yang menjadi daya tarik Indonesia.c.Saya telah mengunjungi Taman Mini beberapa kali sedangkan, dia belum pernah sama sekali.d.Dia tidak belajar tari Bali, tetapi belajar tari Betawi.
Perhatikan teks informasi berikut!PEDAGANG BERASSeorang pemilik took beras, akan membeli beras untuk persediaan barang pada bulan berikutnya. Penjualan beras untuk bulan Agustus diperkirakan sama dengan penjualan bulan Juli. Sebelum membeli beras, pemilik toko membuat catatan tentang persediaan beras dan beras yang terjual dalam bulan Juli yang disajikan dalam bentuk diagram batang berikut.Pernyataan yang tepat adalah ….Soal 26Jawabana.Perbandingan Persediaan beras Merah dan Persediaan beras Rojolele adalah 3 : 7b.Perbandingan Penjualan beras IR42 dan Penjualan beras Merah adalah 8 : 7c.Perbandingan Persediaan beras IR46 dan Penjualan beras Pandan Wangi adalah 10 : 9d.Perbandingan Penjualan beras Rojolele dan Persediaan beras IR42 adalah 65 : 8
Hadis berikut ini "Barang siapa yang berpuasa Ramadhan kemudian berpuasa enam hari di bulan Syawal, maka dia berpuasa seperti setahun penuh", dari sahabat siapa ?
6. Kalimat berita berikut yang mengandung konjungsi kausalitas adalah ….A. Para penumpang tertahan di pelabuhan Gresik dan Surabaya, kemudian kapalpenumpang tidak beroperasi.B. Kapal komersial memutuskan untuk tidak berlayar sebab gelombang tinggi di LautJawa.C. Setelah berlayar sekitar 7 jam dari Dermaga Legon Bajak, 490 wisatawan yang terjebakdi Karimunjawa tiba dengan selamat di Pelabuhan Tanjung Emas Semarang.D. Ratusan wisawatan yang terjebak di Karimunjawa akibat cuaca buruk itu, dijemputdengan kapal milik PT Pelni.7. Perhatikan kalimat berikut dengan cermat!“Pada 21 hingga 31 Agustus yang lalu kami melakukan penambahan pasokan LPG subsidi 3 kgsebanyak 3.360 tabung,” ujar Brasto.Kalimat di atas jika diubah menjadi kalimat tidak langsung adalah ….A. Brasto mengatakan “Pada 21 hingga 31 Agustus yang lalu kami melakukanpenambahanpasokan LPG subsidi 3 kg sebanyak 3.360 tabung.”B. Brasto mengatakan: Pada 21 hingga 31 Agustus yang lalu kami melakukan penambahanpasokan LPG subsidi 3 kg sebanyak 3.360 tabung.C. Brasto mengatakan bahwa pada 21 hingga 31 Agustus yang lalu kami melakukanpenambahan pasokan LPG subsidi 3 kg sebanyak 3.360 tabung.D. Brasto mengatakan bahwa “Pada 21 hingga 31 Agustus yang lalu kami melakukanpenambahan pasokan LPG subsidi 3 kg sebanyak 3.360 tabung.”8. Perhatikan langkah-langkah berikut!1) Temukan peristiwa atau kejadian2) Pencatatan informasi penting3) Pelaksanaan wawancara4) Pencarian sumber berita5) Penyusunan beritaUrutan langkah-langkah penyusunan berita yang tepat adalah ….A. 1) – 2) – 3) – 4) – 5)B. 1) – 4) – 2) – 3) – 5)C. 1) – 3) – 2) – 4) – 5)D. 1) – 4) – 3) – 2) – 5)9. Resensi adalah kegiatan untuk mengulas atau menilai sebuah . . . .A. keterampilanB. karyaC. kerajiananD. nilai10. Bacalah data buku berikut.Identitas BukuJudul : Perkembangan BumiTahun Terbit : 2009Penerbit : PT Masa DepanRingkasanPerkembangan bumi yang kita tempati sekarang ini sangat menakjubkan. Pada 4,5 miliartahun lalu, bumi masih berupa bola gas panas yang berpijar. Setelah hujan turun selamaseribu tahun, keajaiban bumi dimulai. Butuh waktu miliaran tahun sampai kehidupanpertama yang sangat sederhana muncul. Makhluk yang sangat sederhana ini berkembangmenjadi makhluk yang melakukan fotosintesis.Topik yang dibahas dalam buku tersebut adalah . . . .A. perkembangan bumiB. keajaiban duniaC. keajaiban bukuD. makhluk pertama di bumi
Upgrade your grade with Knowee
Get personalized homework help. Review tough concepts in more detail, or go deeper into your topic by exploring other relevant questions.