Pagi ini Bimo bersepeda di area gunung. Ia melewati jalan yang cukup curam. Diketahui kemiringan jalan yang dilalui roda sepeda Bimo adalah 4. Roda sepeda Bimo berpusat pada bidang kartesius (0,0) serta memiliki jari-jari 8.
Question
Pagi ini Bimo bersepeda di area gunung. Ia melewati jalan yang cukup curam. Diketahui kemiringan jalan yang dilalui roda sepeda Bimo adalah 4. Roda sepeda Bimo berpusat pada bidang kartesius (0,0) serta memiliki jari-jari 8.
Solution
Maaf, Anda belum memberikan pertanyaan yang perlu dijawab. Silakan berikan pertanyaan terkait dengan informasi yang telah Anda berikan.
Similar Questions
Senyum BapakKarya Fenty Nadia Beberapa hari belakangan wajah Bapak kembali merungut. Biasanya tidak pernah absen untuk selalu bercerita tentang pekerjaanna di pabrik kue yang wanginya terus membuatnya lapar. Dirinya bercerita tentang tugasnya membungkus kue-kue manis hangat berwarna cokelat dan kejadian-kejadian seru di pabriknya. Wangi yang bisa kucium dari kemejanya saat bapak sampai di rumah.Namun, malam ini bapak tidak lagi bercerita. Wangi kue yang biasanya tercium dari bajunya berubah menjadi bau keringat. Kutatap lagi wajah kekarnya, masih pula menangkring kerutan di jidatnya.Bapak pun langsung masuk ke kamar tanpa banyak bicara. Di meja makan, Ibu terlihat mengkhawatirkan walaupun tidak ada kata-kata.***Kemarin, lagi-lagi Bapak pulang dengan wajah lelahnya. Tidak ada lagi bau manis di bajunya. Aku yang mencoba bertanya pun tidak dihiraukannya. Sedih hatiku tidak lagi mendengar cerita Bapak. Ibu hanya bisa mengusap pundakku saat mengetahui kesedihanku.Namun, tiba-tiba malam ini wajah Bapak kembali ceria. Muncul lagi gurat-gurat bahagia di wajahnya. Jika malam-malam sebelumnya dia hanya melihat sekilas, kini dia kembali mengusap kepalaku seperti dahulu saat bajunya masih tercium bau manis kue. Senyumnya kembali merekah di wajah lelahnya.Di meja makan, Bapak pun bercerita. Dia tak lagi bekerja membungkus kue, katanya. Mesin-mesin besar menggantikan tugasnya. Dia pun dipindah ke bagian pengepakan barang dengan kardus-kardus besar berwarna cokelat. Bapak yang merasa kecewa karena tugasnya yang lebih berat dari pada sebelumnya hanya bisa menggerutu dalam hati.Tugasnya kali ini adalah memindahkan kardus-kardus kue besar ke dalam gudang. Setiap hari dia harus bolak-balik puluhan kali yang menyusun kardus tersebut. Tidak lagi diciumnya kue manis yang membuatnya lapar. Kini, hanya ada bau apak kardus bercampur keringatnya. Namun, makan lama makin dirasakan nikmatnya. Tubuhnya yang dulu mudah sakit karena hanya berdiri di satu tempat saja, sekarang tidak lagi di rasa. Dengkul Bapak makin kuat, katanya. Senyum merekah di wajahnya. ”Jangan takut berubah, Man,” kata Bapak. ”Lihat Bapak. Kemarin Bapak terus ngedumel karena badan yang lelah dan bau keringat. Tapi sekarang Bapak senang karena sakit dengkul Bapak sudah tidak datang lagi,” jelasnya. Aku pun mengangguk senang. Kuingat terus dalam hati perkataan Bapak. Begitu juga senyumnya yang terus menikmati pekerjaannya.Sumber: www.pixabay.comBerdasarkan cerpen tersebut konflik yang terjadi adalah...Klik kolom BENAR untuk pernyataan yang BENAR dan klik kolom SALAH untuk pernyataan yang SALAH.Pernyataan 1: Kemarin, lagi-lagi Bapak pulang dengan wajah lelahnya. Tidak ada lagi bau manis di bajunya. blankPernyataan 2: Di meja makan, Bapak pun bercerita. Dia tak lagi bekerja membungkus kue, katanya. Mesin-mesin besar menggantikan tugasnya. blankPernyataan 3: Bapak yang merasa kecewa karena tugasnya yang lebih berat dari pada sebelumnya hanya bisa menggerutu dalam hati. blankPernyataan 4: Dengkul Bapak makin kuat, katanya. Senyum merekah di wajahnya. blankSALAH
Satu kesatuan sosial berdasarkan hubungan bilogis,ekonomis,emosional dan rohani yang bertujuan untuk mendidik dan mendewasakan anak-anak sebagai anggota berbagai masyarakat luas dan terbatas, adalah arti dari...
Aku menghela nafas panjangBeberapa angkot biru seperti biasa berhenti di bibir jalan semaunya. Menurunkan penumpang semaunya. Membuat lebih panjang kemacetan malam ini. Sopir angkot itu sedikit pun tak peduli, meski klakson mobil di belakangnya menyalak buas. Penumpang juga semaunya menggembangkan payung sebelum kaki melangkah turun dari mobil. Membuat penumpang lain yang terkena terpaan payung mengomel.Namun, ada yang diuntungkan oleh kejadian itu. Beberapa remaja tanggung yang bergerombol di seberang jalan yang hendak menyeberang. Angkot yang berhenti semaunya itu membuat mereka bergerak ketawa-ketiwi. Malam Minggu. Mereka punya banyak alasan untuk keluar rumah.Warung-warung tenda makanan memadati jalan sepanjang mata memandang. Dipenuhi anak muda yang datang dua-tiga. Cuaca dingin dan rinai hujan membuat kepulan asap dari kuali nasi goreng, tungku bakar sate, panci soto, dandang ayam sayur, dan puluhan jenis makanan lainnya amat mengundang selera.Sumber: https://www.academia.eduSoal: Majas yang terdapat pada penggalan paragraf tersebut adalah? Sertakan bukti kalimatnya!
Jodohkan kalimat berikut berdasarkan struktur pada teks cerpen dengan baik dan benar!Perintah : Ambil dan letakkan Pilihan jawaban yang sesuai dengan pernyataan!Kalimat 1: Namun, malam ini bapak tidak lagi bercerita. Wangi kue yang biasanya tercium dari bajunya berubah menjadi bau keringat. Kutatap lagi wajah kekarnya, masih pula menangkring kerutan di jidatnya. blankKalimat 2: Di meja makan, Bapak pun bercerita. Dia tak lagi bekerja membungkus kue, katanya. Mesin-mesin besar menggantikan tugasnya. blankKalimat 3: Beberapa hari belakangan wajah Bapak kembali merungut. blankKalimat 4: Namun, makan lama makin dirasakan nikmatnya. Tubuhnya yang dulu mudah sakit karena hanya berdiri di satu tempat saja, sekarang tidak lagi di rasa.
Seorang murid diminta mengerjakan 8 dari 10 soal, tetapi nomor 1 sampai dengan nomor 5 harus dikerjakan. Banyaknya pilihan yang dapat diambil murid tersebut adalah
Upgrade your grade with Knowee
Get personalized homework help. Review tough concepts in more detail, or go deeper into your topic by exploring other relevant questions.