Knowee
Questions
Features
Study Tools

Gambar di bawah ini adalah peta jalan suatu kecamatan yang membuat Desa A, B, C, dan D. Untuk mencapai suatu desa dari desa lainnya, setiap kendaraan harus menggunakan jalan seperti pada gambar. Diketahui bahwa jarak Desa A dan B adalah 9 km, serta titik-titik berwarna merah tidak dapat dilalui.Diketahui terdapat pipa air lurus di bawah tanah yang menghubungkan Desa A dan C. Panjang minimal pipa tersebut adalah ... kmA.B.C.D.E.

Question

Gambar di bawah ini adalah peta jalan suatu kecamatan yang membuat Desa A, B, C, dan D. Untuk mencapai suatu desa dari desa lainnya, setiap kendaraan harus menggunakan jalan seperti pada gambar. Diketahui bahwa jarak Desa A dan B adalah 9 km, serta titik-titik berwarna merah tidak dapat dilalui.Diketahui terdapat pipa air lurus di bawah tanah yang menghubungkan Desa A dan C. Panjang minimal pipa tersebut adalah ... kmA.B.C.D.E.

...expand
🧐 Not the exact question you are looking for?Go ask a question

Solution

Maaf, saya tidak dapat memberikan jawaban yang akurat karena pertanyaan tersebut merujuk pada "gambar di bawah ini", tetapi tidak ada gambar yang disertakan. Harap lampirkan gambar yang dimaksud untuk dapat memberikan jawaban yang tepat.

Similar Questions

Pada gambar denah sebuah rumah tertulis skala 1 : 5.500. Arti dari skala pada gambar tersebut adalah….Soal 1Jawabana.Jarak 1 cm pada denah mewakili 5,5 km jarak sebenarnyab.Jarak 1 cm pada denah mewakili 55 meter jarak sebenarnyac.Jarak 1 cm pada denah mewakili 55 km jarak sebenarnyad.Jarak 1 cm pada denah mewakili 5.500 meter jarak sebenarnya

Yudi bersepeda dari rumah ke sekolah dengan kecepatan 12 km/jam. Pada waktu dan rute yang sama, Ardan bersepeda dari sekolah ke rumah Yudi dengan kecepatan 15 km/jam. Jika jarak sekolah ke rumah Yudi 9 km, maka jarak yang ditempuh Yudi saat berpapasan dengan Ardan adalah …

Baca petikan di bawah ini kemudian jawab soalan yang mengikutinya. Taipkan jawapan kamu di ruangan yang disediakan. Arahan: Baca teks karangan di bawah ini dengan teliti. Irah membuka kelopak matanya perlahan-lahan. Kesedihan jelas terpancar di wajahnya apabila memikirkan lebaran yang akan menjelang dalam beberapa hari lagi. Dapatkah dia menyambut hari raya bersama keluarganya kelak? Irah menggagahi tubuhnya turun dari katil untuk menuju ke tandas. Irah mengamati wajahnya di cermin. Sayu hatinya melihat perubahan tubuhnya. Penampilan dirinya jauh berbeza. Pipinya yang dahulu gebu dan berisi kini cengkung. Berat badannya juga susut sebanyak sepuluh kilogram. Peristiwa yang berlaku seminggu lalu bermain di kotak fikirannya. “Shah, gerai itu ada jual ayam perciklah! Sudah lama aku tidak makan ayam percik. Temankan aku,” ajak Irah sambil menarik tangan teman rapatnya itu semasa mereka berjalan-jalan di sebuah bazar makanan. “Eh, betulkah kau hendak beli dari kedai ini? Aku tengok peniaga ini tidak menjaga kebersihan. Makanan yang disediakan tidak ditutup. Kau tengok, ada lalat yang hinggap! Eh, peniaga itu tidak mencuci tangan selepas bersin! Eee... gelinya aku! Kita cari gerai lainlah,” bisik Shah di telinga Irah. “Kau ini pembersih sangatlah. Memang dasar anak emak. Seekor dua lalat tidak akan membunuh sesiapa.” Tanpa menghiraukan kata-kata Shah, Irah pun membuat pesanan. Hati Shah tersinggung dengan kata-kata Irah, tetapi dia cuba bersabar dengan rakannya itu. “Irah, kau jangan ambil ringan tentang kebersihan. Kita harus pastikan makanan kita tidak tercemar dan disediakan dalam persekitaran yang bersih. Kita boleh jatuh sakit. Ingat sebelum kena!” ujar Shah lagi. Namun Irah tetap tidak menghiraukannya. Laungan azan yang berkumandang di radio menandakan sudah tiba waktu untuk berbuka. Irah tidak sabar memakan juadah yang telah dibelinya. Sejam kemudian, perutnya terasa amat sakit. Tandas rumahnya telah dikunjunginya beberapa kali. Badannya menjadi lemah-longlai dan tidak berdaya lagi. ”Cik Irah, kami terpaksa menahan Cik di hospital kerana disyaki keracunan makanan. Tubuh Cik Irah mengalami dehidrasi dan perlu dimasukkan ubat untuk menghentikan jangkitan tersebut. Mungkin Cik Irah perlu diawasi di hospital untuk beberapa hari lagi.” Kata-kata doktor muda itu membuat Irah menitiskan air mata. Ini bererti Irah terpaksa menyambut hari raya di hospital. Dia juga memandang kantung yang berisi cecair dan tiub panjang yang tersangkut di palang tepi katilnya. Dua objek penting yang telah disambung dengan jarum dan ditusuk di tangan kirinya kini menjadi pendamping setianya semenjak dia dimasukkan ke hospital. Irah tidak lagi bebas bergerak ke sana ke mari di hospital. Pergerakannya terbatas. ”Kalaulah aku mendengar nasihat Shah, pasti aku tidak akan berada di sini. Namun, penyesalanku kini sudah terlambat,” bisik hati kecil Irah.

Penulisan lambang bilangan yang tidak tepat terdapat pada kalimat....Question 17Answera.Pantai Koguna berjarak sekitar 91 kilometer dari Baubau, kota terbesar di Pulau Buton.b.Di lemari itu, tersimpan 805 buku dan majalah.c.Ia meloncat sejauh 2 meter ke dalam lautan sambil berteriak.d.Di antara 72 anggota yang hadir, 52 orang setuju dan 20 orang tidak setuju.Clear my choice

Fira berkendara dari rumahnya menuju rumah Arif pada pukul 08.00 dengan kecepatan rata-rata 52 km/jam. Pada waktu bersamaan Arif berkendara menuju rumah Fira dengan kecepatan 58 km/jam. Jika Jarak rumah Andi dan rumah Budi 275 km. melalui jalan yang sama dan semua lancar, pada pukul berapakah mereka akan berpapasan?

1/3

Upgrade your grade with Knowee

Get personalized homework help. Review tough concepts in more detail, or go deeper into your topic by exploring other relevant questions.