Saya mempunyai 4 buku IPA, 2 buku IPS, 2 buku bahasa Indonesia, 3 buku bahasa Inggris. Buku-buku tersebut akan ditata berjajar di rak. Jika buku sejenis harus dikelompokkan, banyaknya cara menata buku-buku tersebut adalah….
Question
Saya mempunyai 4 buku IPA, 2 buku IPS, 2 buku bahasa Indonesia, 3 buku bahasa Inggris. Buku-buku tersebut akan ditata berjajar di rak. Jika buku sejenis harus dikelompokkan, banyaknya cara menata buku-buku tersebut adalah….
Solution
Untuk menyelesaikan masalah ini, kita bisa menggunakan konsep matematika yang disebut permutasi.
Langkah-langkahnya adalah sebagai berikut:
-
Pertama, kita hitung jumlah kelompok buku yang ada. Dalam hal ini, ada 4 kelompok buku: IPA, IPS, Bahasa Indonesia, dan Bahasa Inggris.
-
Kedua, kita hitung banyaknya cara menata 4 kelompok buku tersebut. Ini adalah permutasi dari 4 objek, yang bisa dihitung dengan 4! (4 faktorial), yaitu 432*1 = 24.
-
Ketiga, kita hitung banyaknya cara menata buku dalam setiap kelompok. Untuk buku IPA, ada 4! = 24 cara. Untuk buku IPS dan Bahasa Indonesia, masing-masing ada 2! = 2 cara. Untuk buku Bahasa Inggris, ada 3! = 6 cara.
-
Keempat, kita kalikan semua hasil perhitungan tersebut. Jadi, total banyaknya cara menata buku-buku tersebut adalah 24 * 24 * 2 * 2 * 6 = 27,648 cara.
Similar Questions
Penggunaan tanda baca yang tepat pada kalimat majemuk setara berikut adalah ...a.Saya ingin memberi buku; namun uang saya belum cukup.b.Bukan keindahan alamnya. Melainkan keramahan orangnya yang menjadi daya tarik Indonesia.c.Saya telah mengunjungi Taman Mini beberapa kali sedangkan, dia belum pernah sama sekali.d.Dia tidak belajar tari Bali, tetapi belajar tari Betawi.
Jika Anda ingin memulai ulang penomoran halaman di tengah-tengah dokumen Anda, apa yang perlu Anda lakukan terlebih dahulu?Matikan Lacak Perubahan.Tambahkan hentian bagian.Tutup dan buka kembali dokumen.Buat daftar isi.
Senyum BapakKarya Fenty Nadia Beberapa hari belakangan wajah Bapak kembali merungut. Biasanya tidak pernah absen untuk selalu bercerita tentang pekerjaanna di pabrik kue yang wanginya terus membuatnya lapar. Dirinya bercerita tentang tugasnya membungkus kue-kue manis hangat berwarna cokelat dan kejadian-kejadian seru di pabriknya. Wangi yang bisa kucium dari kemejanya saat bapak sampai di rumah.Namun, malam ini bapak tidak lagi bercerita. Wangi kue yang biasanya tercium dari bajunya berubah menjadi bau keringat. Kutatap lagi wajah kekarnya, masih pula menangkring kerutan di jidatnya.Bapak pun langsung masuk ke kamar tanpa banyak bicara. Di meja makan, Ibu terlihat mengkhawatirkan walaupun tidak ada kata-kata.***Kemarin, lagi-lagi Bapak pulang dengan wajah lelahnya. Tidak ada lagi bau manis di bajunya. Aku yang mencoba bertanya pun tidak dihiraukannya. Sedih hatiku tidak lagi mendengar cerita Bapak. Ibu hanya bisa mengusap pundakku saat mengetahui kesedihanku.Namun, tiba-tiba malam ini wajah Bapak kembali ceria. Muncul lagi gurat-gurat bahagia di wajahnya. Jika malam-malam sebelumnya dia hanya melihat sekilas, kini dia kembali mengusap kepalaku seperti dahulu saat bajunya masih tercium bau manis kue. Senyumnya kembali merekah di wajah lelahnya.Di meja makan, Bapak pun bercerita. Dia tak lagi bekerja membungkus kue, katanya. Mesin-mesin besar menggantikan tugasnya. Dia pun dipindah ke bagian pengepakan barang dengan kardus-kardus besar berwarna cokelat. Bapak yang merasa kecewa karena tugasnya yang lebih berat dari pada sebelumnya hanya bisa menggerutu dalam hati.Tugasnya kali ini adalah memindahkan kardus-kardus kue besar ke dalam gudang. Setiap hari dia harus bolak-balik puluhan kali yang menyusun kardus tersebut. Tidak lagi diciumnya kue manis yang membuatnya lapar. Kini, hanya ada bau apak kardus bercampur keringatnya. Namun, makan lama makin dirasakan nikmatnya. Tubuhnya yang dulu mudah sakit karena hanya berdiri di satu tempat saja, sekarang tidak lagi di rasa. Dengkul Bapak makin kuat, katanya. Senyum merekah di wajahnya. ”Jangan takut berubah, Man,” kata Bapak. ”Lihat Bapak. Kemarin Bapak terus ngedumel karena badan yang lelah dan bau keringat. Tapi sekarang Bapak senang karena sakit dengkul Bapak sudah tidak datang lagi,” jelasnya. Aku pun mengangguk senang. Kuingat terus dalam hati perkataan Bapak. Begitu juga senyumnya yang terus menikmati pekerjaannya.Sumber: www.pixabay.comBerdasarkan cerpen tersebut konflik yang terjadi adalah...Klik kolom BENAR untuk pernyataan yang BENAR dan klik kolom SALAH untuk pernyataan yang SALAH.Pernyataan 1: Kemarin, lagi-lagi Bapak pulang dengan wajah lelahnya. Tidak ada lagi bau manis di bajunya. blankPernyataan 2: Di meja makan, Bapak pun bercerita. Dia tak lagi bekerja membungkus kue, katanya. Mesin-mesin besar menggantikan tugasnya. blankPernyataan 3: Bapak yang merasa kecewa karena tugasnya yang lebih berat dari pada sebelumnya hanya bisa menggerutu dalam hati. blankPernyataan 4: Dengkul Bapak makin kuat, katanya. Senyum merekah di wajahnya. blankSALAH
Perhatikan beberapa peristiwa berikut!1) Mencairnya es di kutub2) Terjadinya perubahan iklim3) Suhu lingkungan menjadi sejuk4) Banyaknya tumbuhan baruDampak dari pemanasan global ditunjukkan oleh nomor…. (pilih lebih dari satu jawaban)Soal 22Jawabana.1b.4c.3d.2
Maraknya berbagai kasus pelanggaran terhadap HAM mencerminkan bahwa penegakan HAM di Indonesia masih belum maksimal dan memerlukan banyak dukungan dari berbagai pihak, berikut ini yang bukan merupakan penyebab timbulnya pelanggaran HAM di Indonesia yaitu
Upgrade your grade with Knowee
Get personalized homework help. Review tough concepts in more detail, or go deeper into your topic by exploring other relevant questions.